10 days ago

Dunia teknologi kini memang jadi bisnis menggiurkan, apalagi dengan berkembangnya internet.

Perusahaan-perusahaan teknologi pun kini memiliki nilai valuasi tinggi, jauh melampaui bisnis minyak bumi yang semula jadi bisnis paling bernilai dunia.

Tak heran, para pemimpin perusahaan teknologi pun menempati jajaran orang paling kaya di dunia.

Lantas, siapa saja bos perusahaan teknologi yang paling kaya di dunia? Berikut adalah lima bos perusahaan teknologi paling tajir di dunia sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Business Insider, Rabu (10/10/2018).

  1. Larry Page - Google

Sebagai co-founder Google, tak heran kalau Larry Page menjadi salah satu orang paling tajir di dunia teknologi.

Menurut data Forbes, jumlah kekayaan CEO Alphabet (induk perusahaan Google) ini sekarang mencapai angka US$ 53,8 miliar atau setara Rp 820 triliun.

Sementara, pada 2017, nilai kekayaannya sebanyak US$ 44,6 miliar atau setara Rp 679,8 triliun. Angka kekayaannya naik Rp 140,2 triliun dalam satu tahun.

Siapa sangka di balik karier gemilangnya, Page dikenal sebagai seseorang yang introvert. Bahkan, Page juga disebut-sebut memiliki kediaman di pulau pribadinya di Karibia.

Tidak hanya itu, Page juga disebut-sebut berinvestasi dalam proyek mobil terbang.

  1. Larry Ellison - Oracle

Larry Ellison masuk dalam daftar orang paling kaya di dunia teknologi. Dia mendirikan Oracle pada tahun 1990-an, saat dunia internet dengan 'dot com' nya tengah booming.

Sebagai perusahaan baru, pada saat itu, Oracle sangat bergantung pada perangkat lunaknya untuk database.

Sekadar informasi, kini kekayaan Larry Ellison, mencapai angka US$ 58,4 miliar atau setara Rp 891,4 triliun. Sementara, pada 2017, kekayaan Ellison sebanyak US$ 59 miliar atau setara Rp 900 triliun.

  1. Mark Zuckerberg - Facebook

Mark Zuckerberg memang masih muda, namun dia sudah menjadi orang terkaya nomor tiga di dunia teknologi. Pendiri Facebook ini memiliki total kekayaan mencapai US$ 61 miliar atau setara Rp 929,7 triliun.

Siapa sangka, pada 2017, nilai kekayaan Zuck mencapai US$ 71 miliar atau setara Rp 1.082 triliun.

Meskipun nilai kekayaannya turun US$ 10 miliar, angka ini bukan apa-apa untuk Zuckerberg.

Saat ini, Zuck tetap harus waspada atas masa depan Facebook, terutama terkait dengan masalah kebocoran data dan peretasan terhadap 50 juta akun Facebook.

  1. Bill Gates - Microsoft

Siapa yang tak pernah mengetik di Microsoft Words atau presentasi menggunakan program Microsoft Power Point?

Ya, semua program tersebut hadir berkat kelahiran Microsoft yang dibesut oleh Bill Gates.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Gates merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Dahulu, dia bahkan menjadi manusia paling tajir sejagat selama 24 tahun berturut-turut. Kekayaannya disaingi oleh Jeff Bezos, pendiri Amazon.

Nilai kekayaan Gates saat ini sebanyak US$ 97 miliar atau setara Rp 1.479 triliun. Sementara pada tahun 2017, kekayaannya terhitung mencapai angka US$ 89 miliar atau setara Rp 1.355 triliun.

Punya uang yang sangat banyak, Gates dan sang istri juga dikenal sebagai orang yang sangat dermawan.

Buktinya, dia menyumbangkan sebagian hartanya ke yayasan yang diambil dari nama keduanya, yakni Bill and Melinda Gates Foundation.
Artikel Terkait: cara menghitungcara membersihkancara belajarcara mengerjakan

  1. Jeff Bezos - Amazon

endiri toko online terkemuka di dunia Amazon, Jeff Bezos, kini menjadi orang terkaya di dunia melampaui Bill Gates. Kekayaannya mencapai US$ 160 miliar atau setara Rp 2.437,5 triliun.

Padahal, pada 2017, nilai kekayaannya sebanyak US$ 81 miliar atau setara Rp 1.241,6 triliun.

Walaupun dikenal sebagai orang terkaya di dunia, Amazon seringkali mendapat kritikan dan tekanan, misalnya saja terkait dengan kondisi karyawannya, terutama karyawan bagian gudang yang bayarannya paling rendah.

Oleh karena itu, baru-baru ini Amazon mengumumkan, pihaknya menaikkan upah minimum karyawan gudangnya menjadi US$ 15 atau setara Rp 288 ribu.

← Yuk Catat, Ini Tanggal Penjualan Perdana iPhone XR Nah Selamat Tinggal Tinder, Ini 5 Prediksi Teknologi Kencan di Masa Depan →